SEGARNYA DAWET GENTONG MBAH MANTO BERTAHAN DI MUSIM PANDEMI

Dawet genthong mbah Manto yang kesehariannya mangkal di jalan jogja wonosari KM 9.5 depan pasar pahing kampung Tegalsari, kalurahan , kapanewon Berbah, Sleman, DIY.
Dawet gentong mbah Manto yang hari hari biasa buka dari jam 9 sampe jam 4 sore namun saat bulan puasa mulai buka jam 4 sore sampe sehabis magrib .

Dawet hitam dengan santan dan gula Jawa asli ditambah dinginnya es menjdikan perpaduan rasa menyegarkan apalagi diminum saat panas menyengat.

Owner dawet gentong mbah Manto adalah sepasang suami istri Busro dan Purwanti yang memiliki dua orang anak laki-laki dan perempuan.

Pandemi covid 19 yang melanda dampaknya juga sangat dirasakan mempengaruhi penjualan dawet gentong mbah Manto, cerita Purwanti Saat di temui penulis jumat siang 1 April 2022 di tempat mangkal nya.

Saat sebelum pandemi penjualan setiap hari bisa seratus porsi namun saat wak pandemi datang penjualan turun cukup drastis menjadi sekitar 50 porsi. Dan penjualan turun terus sampai puncak pada saat puncak pandemi tinggal 20 porsi perhari.

“Alhamdulillah saat ini seiring pandemi yang sudah mulai surut penjualan bisa naik lagi meski belum bisa seperti saat sebelum pandemi ” kata Purwanti di sela melayani pembeli.

“Saat ini rata rata penjualan bisa 35 porsi ” tambah Purwanti.

Namun rezeki berapun ya harus diterima karena suasa juga melanda semua orang yang penting disyukuri saja.

Dalam melayani pelanggan untuk menikmati dawet gentong mbah Manto, pembeli bisa minum ditempat dengan memakai mangkok atau bila mau di bawa pulang dawet bisa dibungkus plastik atau menggunakan cup gelas plastik dengan harga yang sama, juga dawet mbah Manto bisa menerima pesanan untuk acara pengajian, arisan, pernikahan atau untuk takjil di bulan puasa.

Baca Juga  PELATIHAN BUDIDAYA IKAN DAN SAYUR KWT JOGOTIRTO

Seorang pelanggan dawet mbah Manto adalah Adurrohman warga Piyungan Bantul menjadi pelanggan cukup lama mengatakan bahwa rasa dawet nya segar dan pas tidak membikin gatal ditenggorokan karena dawet menggunakan gula Jawa murni. “Ini yang bikin beda dengan dawet lainnya yang membuat saya suka dawet mbah Manto” Kata Abdurrahman.

(Kusnadi. Berbah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.