SARASEHAN PENGGIAT LINGKUNGAN KAPANEWON BERBAH

Suasana Sarasehan di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah

Sarasehan penggiat lingkungan Kapanewon Berbah dilaksanakan hari Ahad 27 Februari 2022 berlangsung di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, kabupaten Sleman.

Sarasehan yang dihadiri kepada jawatan kemakmuran Berbah Ringgo Antoni Surya, SP mewakili panewu Berbah, juga dihadiri anggota Susilo Nugroho,S.IP anggota DPRD Sleman fraksi PDI perjuangan, juga hadir ketua Forum lingkungan hidup kapanewon Berbah Kusnadi beserta penggiat dan pengelola sampah baik bank sampah sodakah sampah ataupun pengelola sampah mandiri se kapanewon Berbah.

Sarasehan yang juga sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2022 yang mengambil tema ” Kelola Sampah, Kurangi Emisi dan bangun proklim”.

Kegiatan sarasehan ini terselenggara atas fasilitasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sleman atas pengajuan pokok pikiran (pokir) usulan anggota DPRD kabupaten Sleman Susilo Nugroho, S.IP dari fraksi PDIP yang juga asli warga Berbah. Pokir yang dialokasikan untuk Kegiatan FLH kapanewon Berbah.

Dalam sambutannya Kusnadi selalu ketua FLH mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Anggota dewan Susilo Nugroho atas pokir melalui DLH kabupaten Sleman dan semoga kedepan masih banyak program yang diberikan kepada FLH Berbah dan masyarakat kapanewon Berbah.

Kepala Jawatan Kemakmuran kapanewon Berbah Ringgo Antoni Surya, SP mewakili panewu Berbah memohonkan pamit Berbah yang baru isoman, juga mengucapkan terimaksih atas terselenggaranya acara sarasehan pengelola sampah harapannya bisa memberi semangat penggiat lingkungan dalam masa pandemi .

Sedangkan Susilo Nugroho, S.IP anggota DPRD kabupaten Sleman dalam sambutannya memyampaikan apresiasi kepada FLH kapanewon Berbah atas kegiatannya selalu ikut serta merawat bumi dengan slogan BERGAS Berbah gumregah anggulowentah sampah. “Dan pokir ini memang usulan dari anggota dewan yang dilaksanakan lewat DLH kabupaten Sleman” Kata Susilo Nugroho.

Baca Juga  KAJIAN ROMADHON DAN MILAD DAN LAUNCHING LANSIA AISYIAH BERBAH

Dan kapanewon Berbah adalah termasuk Kawasan Stategis Cepat Tumbuh (KSCT) dan diproyeksikan termasuk pengembangan sebagai kawasan industri kabupaten Sleman. Sebagai daerah percepatan perkembangan konsekwensinya adalah meningkatnya jumlah sampah yang ditimbulkan akibat dari industri dan pertambahan jumlah penduduk. Untuk itu perlu peningkatan kesadaran semua masyarakat untuk peduli dan melakukan pengelolaan sampah dengan baik dan benar. Gerakan ini perlu mendapat dukungan dari pemerintah terutama pemerintah kalurahan yang mempunyai anggaran.

“Sebagai anggota dewan pihaknya akan melakukan usulan kepada pemerintah kabupaten Sleman untuk membuat program pengurangan sampah” pungkas Susilo Nugroho.

Sedangkan pemateri Agus Hartono, SS dari LSM Lestari menjelaskan kronologi ditetapkannya tanggal 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) atas tragedi kemanusiaan yang terjadi 17 tahun silam di TPA Leuwi Gajah di kampung adat Cireundeu, kalurahan Leuwi Gajah, kecamatan Cimahi selatan, kota Cimahi pada hari Senin tanggal 21 Februari 2005 jam 02.00 terjadi ledakan pada gunungan timbunan sampah setinggi 60 meter. Ledakan yang terjadi dimungkinkan akibat tingginya konsentrasi gas methana yang terjebak pada tumpukkan sampah dan dipicu oleh hujan deras yang membuat goyahnya tumpukan sampah .

Ledakan sampah menewaskan 157 jiwa dan menimbun dua perkampungan adat yaitu kampung Cilimus dan kampung Pojok. Tragedi kemanusiaan yang menewaskan banyak orang diakibatkan ada kesalahan penanganan sampah di TPA sehingga pemerintah menerbitkan UU nomor 18 tahun 2008 sebagai acuan penanganan sampah yang berwawasan lingkungan. Harapannya agar tragedi meledaknya TPA Leuwi Gajah tidak terulang lagi.

Namun kenyataannya bahwa penangan di TPA di Indonesia kurang bagus seperti yang terjadi di TPA Piyungan, yang secara tehnis usia sudah berakhir namun karena berbagai pertimbangan digunakan sampai sekarang, kata Agus Hartono.

Baca Juga  PERINGATAN HARI AIR SEDUNIA 2022 FLH BERBAH

Untuk mengurangi masuknya sampah ke TPA dengan melaksanakan penanganan dan pengelolaan sampah yang sesuai dengan ketentuan yang diundangkan.

Pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan sendiri sendiri. Harus ada pelibatan seluruh komponen masyarakat untuk lebih peduli dengan sampah. Hal yang paling pokok untuk mengatasi penumpukan sampah di TPA peran masyarakat sangat diperlukan melalui pendekatan program 3R ( Reduce. Reyuse . Recycle) mengurangi timbulan sampah, memperpanjang usia pemakaian sampah dan daur ulang sampah.

Adapun dalam pengelolaan sampah peran bank sampah dan kelompok pengelola sampah yang lain sangat diperlukan dengan mengedukasi masyarakat berkelanjutan untuk memilah sampah dari rumah tangga. Sampah yang terpilih dengan baik dan benar akan mengurangi masuknya sampah di TPA.

” Dengan melakukan pemilahan sampah di rumah tangga akan dipisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa dibuat pupuk dan sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, kardus, besi bisa dijual sehingga bisa menjadi tambahan ekonomi keluarga” Jelas Agus Hartono.
Acara yang berlangsung dari 09.30 sampai pukul 12.00 diakhiri foto bersama dan makan nasi berkat dengan bungkus daun jati sebagai bentuk pengurangan sampah plastik.
(Kusnadi. Berbah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *